Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Monday, May 9, 2011
Sunday, May 1, 2011
Komik Buatan Alisnaik Yang Lucu Dan Unik
lucu dan unik komik buatan alisnaik yang sudah mulai bikin komik dari SD. setelah baca salah satu komik-nya di forum kaskus, ane langsung tertarik dari isi cerita dan karakter yang disajikan oleh alisnaik. dan katanya bergenre slice of life (kehidupan sehari-hari) yang mayoritas berformat komikstrip atau miniseri. ada juga komik Jepang (manga),komik Shonen,mainstream (battle+adventure), sport, detective/mistery, gag/komedi, dan komik Seinen
Dan komik buatan alisnaik yang masih duduk di bangku kuliah di sebuah universitas swasta di Malang. sempat menjadi hot thread di kaskus selama 2 hari (pada akhir September 2010. agan sekalian bisa membaca komik karya alisnaik lainnya di blog kevet.wordpress.com
Dan komik buatan alisnaik yang masih duduk di bangku kuliah di sebuah universitas swasta di Malang. sempat menjadi hot thread di kaskus selama 2 hari (pada akhir September 2010. agan sekalian bisa membaca komik karya alisnaik lainnya di blog kevet.wordpress.com
salah satu komik yang baru berjudul tentang PEMBURU HOT THREAD yang baru-baru ini nongol di kaskus..simak yah gan!

Buat yang penasaran sama 5 hewan dengan cara boker paling ekstrim, ini lah mereka :
[1] CICAK. hewan ini menjadikan seluruh sudut rumah menjadi toilet mereka. jadi jangan heran kalau agan-agan sekalian akan menemukan benda kecil hitam di beberapa sudut rumah. dan pose boker para cicak sangat lah elegan, sambil nempel di dinding.
[2] AYAM KAMPUNG. kadang kalau di kampung atau pedesaan, kita sering menjumpai ayam-ayam yang berkeliaran. dan mereka sangatlah licik, karena suka menaruh ranjau di berbagai tempat. waspadalah !!
[3] IKAN. hewan ini menjadikan seluruh lautan menjadi toilet mereka. ya, ikan adalah hewan yang berenang bersama-sama mereka.
[4] BURUNG. sungguh beruntung menjadi burung, karena seluruh permukaan bumi menjadi toilet mereka. jadi jangan marah kalo ada benda hangat yang tiba-tiba terjatuh di atas kepala kita
[5] YANG LAGI BACA KOMIK INI. hahahaha. bercanda gan, just kidding
sumber: kevet.wordpress.com
Friday, April 8, 2011
Video Polisi Gorontalo Idol 2 "Briptu Norman Beraksi Lagi"

Video Polisi Gorontalo Idol 2 "Briptu Norman Beraksi Lagi" - Belum habis heboh videonya beredar di YouTube, Briptu Norman Kamaru kembali beraksi di video lainnya. Namun kali ini, Norman tak terlihat seperti sebelumnya. Bersama salah satu temannya, polisi yang bertugas di Gorontalo itu tampak lebih hebat!
Ya, di video berjudul Polisi Gorontalo Idol, Norman memamerkan bakat musiknya yang terpendam. Membawakan lagu dari Kerispatih berjudul Kita Dan Dunia, Norman bersama temannya bernyanyi serius di depan kamera.
Dalam video berdurasi 3 menit 17 detik yang mulai diupload pada 5 April kemarin, Norman tidak hanya memetik gitar. Ia juga sempat bernyanyi dan ngerap.
Ya, di video berjudul Polisi Gorontalo Idol, Norman memamerkan bakat musiknya yang terpendam. Membawakan lagu dari Kerispatih berjudul Kita Dan Dunia, Norman bersama temannya bernyanyi serius di depan kamera.
Dalam video berdurasi 3 menit 17 detik yang mulai diupload pada 5 April kemarin, Norman tidak hanya memetik gitar. Ia juga sempat bernyanyi dan ngerap.
Langsung saja, Norman yang memang saat ini sedang melejit di media-media, mendapat respon positif dari beberapa user yang memberikan komentar mereka.
"Bang Norman....Berawal dari pos jaga Anda telah memberikan inspirasi bagi rakyat indonesia di tengah-tengah kesusahan yang melanda....terus berkarya dan Terima kasih karena sudah menghibur kita-kita.....," tulis pemilik akun teslazation.
"The Next IDOL.. Tanpa Edit, Suaranya Merdu.. :) teruslah berkreasi anak? muda.. :P," tambah akun Nyamannya.
Sayangnya, 'penampakan' seorang wanita yang sedang tiduran di video itu agak menggangu user lainnya. "Ceweknya yg di belakang siapa tuhhh, wedeeww... lebih di perhatikan lagi ya biar g jadi bhn gunjingan," tulis Calmenrique.
So, gimana pendapatmu tentang Briptu Norman? Setujukah kalau dia pantas disebut next idol-nya setelah Sinta dan Jojo
"Bang Norman....Berawal dari pos jaga Anda telah memberikan inspirasi bagi rakyat indonesia di tengah-tengah kesusahan yang melanda....terus berkarya dan Terima kasih karena sudah menghibur kita-kita.....," tulis pemilik akun teslazation.
"The Next IDOL.. Tanpa Edit, Suaranya Merdu.. :) teruslah berkreasi anak? muda.. :P," tambah akun Nyamannya.
Sayangnya, 'penampakan' seorang wanita yang sedang tiduran di video itu agak menggangu user lainnya. "Ceweknya yg di belakang siapa tuhhh, wedeeww... lebih di perhatikan lagi ya biar g jadi bhn gunjingan," tulis Calmenrique.
So, gimana pendapatmu tentang Briptu Norman? Setujukah kalau dia pantas disebut next idol-nya setelah Sinta dan Jojo
Monday, March 14, 2011
Saturday, March 12, 2011
Lagu "UDIN SEDUNIA" Membuat Orang Lain Tersinggung

DUNIA hiburan Tanah Air memang tak pernah kering dari sensasi. Setelah video Keong Racun ala Sinta-Jojo meledak, kini giliran lagu kocak berjudul Udin Majenun (Lagu Tentang Sebuah Nama) atau dikenal juga dengan judul Udin Sedunia yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia.
Sang penyanyi, Sualudin (26), mengaku tak pernah berniat memublikasikan karyanya itu. Pemuda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini bernyanyi untuk kesenangan belaka. Namun, salah satu temannya mengusulkan agar lagu berlirik nyeleneh itu diunggah ke YouTube.
Dalam waktu tak terlalu lama, lagu berlirik jenaka tersebut menjadi topik pembicaraan hangat di dunia maya. Kini, Sualudin malah sudah merambah ke dunia televisi lewat aksi kocaknya di video tersebut.
"Suwer, enggak nyangka banget bisa sampai ke Jakarta. Videonya ditonton orang banyak," ucap Udin, panggilan Sualudin, seperti ditayangkan infotainment Hot Shot (SCTV), Minggu (6/3). Belakangan, Udin mulai tampil di beberapa stasiun televisi, termasuk dalam acara Inbox, juga di SCTV.
Dari bukan siapa-siapa, Udin kini populer. Bahkan ada yang menyebutnya dengan nama Udin Lombok, karena ia memang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pemuda yang terlihat begitu ekspresif itu mengaku ingin terus menghibur masyarakat pencinta musik di Tanah Air. "Senang ya bisa menghibur banyak orang. Tapi... ya... ada senang ada enggaknya juga sih kayak gini," ujar Udin sembari tersenyum.
Lirik lagu Udin Sedunia sendiri berisi nama panggilan Udin di seluruh dunia yang dianggap 'kampungan'. Di situ ia memelesetkan nama-nama yang mengandung unsur 'Udin'. Hal lain yang membuat lagu ini menjadi hits, karena Udin atau Sualudin menyanyikannya dengan kocak. Ditambah lagi, wajah Udin yang sekilas mirip aktor Diding "Boneng" membuat orang tertawa saat melihatnya.
Lagu ini dibuat dalam dua versi. Pertama kali diunggah ke YouTube, liriknya berbahasa Indonesia. Setelah mendapat respons bagus, lagu ini dibuat ke dalam versi bahasa Sasak, Lombok. Videoklipnya pun jauh lebih bagus ketimbang yang pertama kali diunduh ke YouTube.
Sualudin adalah mahasiswa semester 6 STKIP Hamzanwadi di Pancor, Lombok Timur. Ia asli kelahiran Montong Gamang, Lombok Tengah.
Udin mengaku membuat lagu Udin Sedunia hanya untuk menghibur dan bukan untuk mengolok-olok nama orang.
Ia sendiri mengaku memiliki saudara dan keluarga yang memakai nama Udin. Adiknya bernama Awaludin dan kakak iparnya Ahirudin. "Orang yang bernama Tahirudin pun minta dicantumkan dalam lagu itu," katanya sewaktu dihubungi di Hotel Grand Papandayan, Bandung, Sabtu (5/3), seperti dilansir Lomboknews.com. Selama dua hari kemarin Udin tampil di Inbox.
Udin sehari-hari banyak berada di Taman Kota Selong yang berdekatan dengan Masjid Agung Al-Mujahidin, Lombok Timur. Di taman ini banyak orang berjualan. Di sanalah ia sering mengamen
SENIMAN Nusa Tenggara Barat Musbiawan menilai lagu Udin Sedunia yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Sualudin (26) bermasalah karena membuat orang lain tersinggung karena namanya dijadikan lirik lagu baik versi bahasa Sasak maupun Indonesia.
"Kalau kita perhatikan lirik lagu tersebut akan menimbulkan ketersinggungan orang lain, seperti pada lirik yang suka ke WC namanya Tahiruddin dan yang agak stres namanya Sarafudin," katanya di Mataram, Jumat (11/3), ketika dimintai tanggapannya terkait protes sebagian warga Lombok terhadap lagu Udin Sedunia itu.
Ia mengatakan, pada dasarnya setiap karya seni lahir sebagai ekspresi manusia yang bebas namun harus selalu berlandaskan nilai estetika yang membaur dalam harmoni, fokus, keseimbangan dan totalitas.
"Menyimak lagu Udin Sedunia baik versi bahasa Indonesia maupun Sasak (Lombok) kita terpukau oleh kecerdasan dan kreativitas pencipta dalam mengolah atau memainkan kata-kata. Itu hak dan domain seniman," katanya.
Ia mengatakan, lirik lagu tersebut untuk sebuah hiburan cukup berhasil, namun ternyata menimbulkan rasa kurang nyaman bagi orang lain.
"Lagu itu terkesan norak dalam arti berlebihan, tidak serasi, dan ada kesan negatif lainnya. Misalnya ada nama Sarafudin dan Sapiudin, serta Tahirudin pada lagu versi Sasak (Lombok)," katanya.
Menurut dia, kreativitas seniman seyogyanya dibarengi dengan kecerdasan dalam mempertimbangkan lingkungan dan kearifan lokal. Apalagi ada tradisi pada beberapa suku yang menganggap nama adalah sebuah kesucian dan terkadang diresmikan dalam sebuah ritual atau upacara.
"Sebagai produk kreativitas seni mungkin layak diberi apresiasi, namun sebagai karya seni pencerahan, lagu itu layak juga ditolak," katanya.
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Sukri Aruman mengatakan, sehubungan dengan kian tenarnya lagu Udin Sedunia karya pemuda asal Lombok itu pihaknya menerima sejumlah pengaduan, karena lirik lagi tersebut terkesan memperolok dan melecehkan orang lain.
Menyikapi pengaduan masyarakat tersebut, KPID bersama Majelis Ulama Indoesia (MUI), budayawan/seniman Lombok dan Sumbawa serta akademisi melakukan kajian untuk memastikan bahwa apakah penyiaran lagu tersebut baik oleh radio maupun televisi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) atau tidak.
Sang penyanyi, Sualudin (26), mengaku tak pernah berniat memublikasikan karyanya itu. Pemuda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini bernyanyi untuk kesenangan belaka. Namun, salah satu temannya mengusulkan agar lagu berlirik nyeleneh itu diunggah ke YouTube.
Dalam waktu tak terlalu lama, lagu berlirik jenaka tersebut menjadi topik pembicaraan hangat di dunia maya. Kini, Sualudin malah sudah merambah ke dunia televisi lewat aksi kocaknya di video tersebut.
"Suwer, enggak nyangka banget bisa sampai ke Jakarta. Videonya ditonton orang banyak," ucap Udin, panggilan Sualudin, seperti ditayangkan infotainment Hot Shot (SCTV), Minggu (6/3). Belakangan, Udin mulai tampil di beberapa stasiun televisi, termasuk dalam acara Inbox, juga di SCTV.
Dari bukan siapa-siapa, Udin kini populer. Bahkan ada yang menyebutnya dengan nama Udin Lombok, karena ia memang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pemuda yang terlihat begitu ekspresif itu mengaku ingin terus menghibur masyarakat pencinta musik di Tanah Air. "Senang ya bisa menghibur banyak orang. Tapi... ya... ada senang ada enggaknya juga sih kayak gini," ujar Udin sembari tersenyum.
Lirik lagu Udin Sedunia sendiri berisi nama panggilan Udin di seluruh dunia yang dianggap 'kampungan'. Di situ ia memelesetkan nama-nama yang mengandung unsur 'Udin'. Hal lain yang membuat lagu ini menjadi hits, karena Udin atau Sualudin menyanyikannya dengan kocak. Ditambah lagi, wajah Udin yang sekilas mirip aktor Diding "Boneng" membuat orang tertawa saat melihatnya.
Lagu ini dibuat dalam dua versi. Pertama kali diunggah ke YouTube, liriknya berbahasa Indonesia. Setelah mendapat respons bagus, lagu ini dibuat ke dalam versi bahasa Sasak, Lombok. Videoklipnya pun jauh lebih bagus ketimbang yang pertama kali diunduh ke YouTube.
Sualudin adalah mahasiswa semester 6 STKIP Hamzanwadi di Pancor, Lombok Timur. Ia asli kelahiran Montong Gamang, Lombok Tengah.
Udin mengaku membuat lagu Udin Sedunia hanya untuk menghibur dan bukan untuk mengolok-olok nama orang.
Ia sendiri mengaku memiliki saudara dan keluarga yang memakai nama Udin. Adiknya bernama Awaludin dan kakak iparnya Ahirudin. "Orang yang bernama Tahirudin pun minta dicantumkan dalam lagu itu," katanya sewaktu dihubungi di Hotel Grand Papandayan, Bandung, Sabtu (5/3), seperti dilansir Lomboknews.com. Selama dua hari kemarin Udin tampil di Inbox.
Udin sehari-hari banyak berada di Taman Kota Selong yang berdekatan dengan Masjid Agung Al-Mujahidin, Lombok Timur. Di taman ini banyak orang berjualan. Di sanalah ia sering mengamen
SENIMAN Nusa Tenggara Barat Musbiawan menilai lagu Udin Sedunia yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Sualudin (26) bermasalah karena membuat orang lain tersinggung karena namanya dijadikan lirik lagu baik versi bahasa Sasak maupun Indonesia.
"Kalau kita perhatikan lirik lagu tersebut akan menimbulkan ketersinggungan orang lain, seperti pada lirik yang suka ke WC namanya Tahiruddin dan yang agak stres namanya Sarafudin," katanya di Mataram, Jumat (11/3), ketika dimintai tanggapannya terkait protes sebagian warga Lombok terhadap lagu Udin Sedunia itu.
Ia mengatakan, pada dasarnya setiap karya seni lahir sebagai ekspresi manusia yang bebas namun harus selalu berlandaskan nilai estetika yang membaur dalam harmoni, fokus, keseimbangan dan totalitas.
"Menyimak lagu Udin Sedunia baik versi bahasa Indonesia maupun Sasak (Lombok) kita terpukau oleh kecerdasan dan kreativitas pencipta dalam mengolah atau memainkan kata-kata. Itu hak dan domain seniman," katanya.
Ia mengatakan, lirik lagu tersebut untuk sebuah hiburan cukup berhasil, namun ternyata menimbulkan rasa kurang nyaman bagi orang lain.
"Lagu itu terkesan norak dalam arti berlebihan, tidak serasi, dan ada kesan negatif lainnya. Misalnya ada nama Sarafudin dan Sapiudin, serta Tahirudin pada lagu versi Sasak (Lombok)," katanya.
Menurut dia, kreativitas seniman seyogyanya dibarengi dengan kecerdasan dalam mempertimbangkan lingkungan dan kearifan lokal. Apalagi ada tradisi pada beberapa suku yang menganggap nama adalah sebuah kesucian dan terkadang diresmikan dalam sebuah ritual atau upacara.
"Sebagai produk kreativitas seni mungkin layak diberi apresiasi, namun sebagai karya seni pencerahan, lagu itu layak juga ditolak," katanya.
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Sukri Aruman mengatakan, sehubungan dengan kian tenarnya lagu Udin Sedunia karya pemuda asal Lombok itu pihaknya menerima sejumlah pengaduan, karena lirik lagi tersebut terkesan memperolok dan melecehkan orang lain.
Menyikapi pengaduan masyarakat tersebut, KPID bersama Majelis Ulama Indoesia (MUI), budayawan/seniman Lombok dan Sumbawa serta akademisi melakukan kajian untuk memastikan bahwa apakah penyiaran lagu tersebut baik oleh radio maupun televisi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) atau tidak.
Subscribe to:
Posts (Atom)





